IndoNASA »
Testimoni Peternakan
»
Ayam Broiler Lebih Berbobot
Ayam Broiler Lebih Berbobot
Posted by IndoNASA on Selasa, 02 Februari 2016 |
Testimoni Peternakan
Bapak Agus Sulistiyarso seorang peternak ayam khususnya ayam pedaging yang telah menggunakan produk VITERNA PLUS, POC NASA, HORMONIK selama 3 periode panen selama ini. Populasi ayam miliknya berjumlah 7000 ekor. Umur ayam saat ini menginjak umur 31 hari. Produk yang sudah dihabiskan yaitu Viterna 22 Botol , Poc Nasa 13 botol Hormonik 7 botol. Untuk 7000 ekor ayam sd umur 31 hari ini, cara pemakaianya ada 2 tahapan :
Dosis pemberianya : 1 cc dari campuran ke 3 produk tersebut dicampurkan 1 liter air minum atau 10 cc (1 tutup botol) dicampur 10 liter air minum.
Perkembangan ayam sangat luar biasa setelah menggunakan produk-produk tersebut, Setelah diberikan Produk Viterna, Nasa dan Hormonik Ayam Pedaging mengalami kenaikan nafsu makan yang drastis. Kenaikan konsumsi pakan tersebut, diikuti dengan pertambahan berat badan yang tinggi pula, sehingga tidak terjadi pemborosan pakan. "Perkembangan ayam meliputi Kesehatan dan berat badanya semakin bagus dan luar biasa", demikian ungkap Agus Sulistiyarso.
Pada siklus pemeliharaan sebelumnya, dengan populasi 7000 ekor ayam, telah menghabiskan 451 zak pakan dalam masa 34 hari. Antara sebelum dan sesudah menggunakan Viterna Plus jumlah pakan yang dihabiskan relatif sama. Tetapi setelah memakai Viterna Plus, pertumbuhan ayam lebih cepat daripada sebelum memakai Viterna Plus. Dengan demikian, setelah menggunakan Viterna penghasilan yang diperoleh otomatis meningkat. Pada saat penimbangan, dilakukan sampling pada ayam umur 31 hari yang dilakukan secara acak pada 10 ekor ayam. Pada penimbangan pertama, setelah ditimbang mendapatkan bobot 19 kg, sehingga rata-rata berat ayam 1,9 kg/ekor. Pada penimbangan kedua, mendapatkan bobot 20 kg, sehingga rata-rata berat ayam 2 kg/ekor. Dengan demikian hasil sampling ayam umur 31 hari jika digabungkan maka menghasilkan berat rata-rata 1,95 kg. Sedangkan yang telah menggunakan Viterna Plus pada umur 34 hari saja sudah mencapai 2 kg dengan konsumsi pakan yang sama.
Angka Kematian sebelum menggunakan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik mencapai 6,2 %. Setelah menggunakan produk Viterna, Poc Nasa dan Hormonik angka kematian hanya 5,17 % (menurun 1,03%).
Angka FCR sebelumnya adalah 1,8. Setelah pakai Viterna adalah 1,68 artinya Viterna Plus, Poc.Nasa dan Hormonik mampu meningkatkan efisiensi pakan.
Sebelum menggunakan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik pada saat panen jumlah ayam yang tidak layak jual mencapai 5 - 10 ekor ayam, Setelah menggunakan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik, jumlah ayam yang tidak layak jual maksimal 2 ekor, artinya ayam bisa diangkut atau dijual semua.
Setelah menggunakan Viterna kotoran ayam lebih kering dan baunya berkurang. Hal ini bisa mengurangi masalah sosial. Sebelum pakai Viterna mendapatkan laba Rp. 1.850/ekor setelah menggunakan Viterna mendapatkan laba menjadi Rp. 3.384/ekor. Maka ada selisih laba kotor sebelum dan sesudah menggunakan Viterna Rp. 1.554,- Biaya pembelian Viterna, Poc Nasa dan Hormonik hanya 160/ekor. Sehingga ada peningkatan laba bersih yang diperoleh setelah menggunakan Viterna, Poc.Nasa dan Hormonik sebesar Rp. 1.384/ekor.
Dengan populasi ayam hidup 6.750 ekor maka peningkatan laba setelah memakai Viterna, Poc Nasa dan Hormonik sebesar Rp. 9.342.000. Sungguh Luar Biasa . . . !!!
Pengalaman menggunakan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik selain Bp. Agus, juga dirasakan oleh peternak-peternak lain seperti Bp. Setiawan yang telah pula menggunakan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik. Ia telah membuktikan sendiri akan keunggulan Viterna, Poc Nasa dan Hormonik pada ayam pedaging (Broiler) miliknya selama 3 periode. Ia mengatakan sejak menggunakan Viterna, Poc.Nasa dan Hormonik selalu memperoleh hasil maksimal. Hal itulah yang membuatnya yakin akan Produk Viterna, Poc Nasa dan Hormonik. Anda Tertarik...gunakan saja Viterna, Poc Nasa dan Hormonik...Pasti Oke !!!
Kesaksian Bp. Agus Sulistiyarso (Peternak Ayam Pedaging)
Batang, Jawa Tengah
Batang, Jawa Tengah

Popular of The Week
-
Tanaman pepaya dapat tumbuh pada dataran rendah dan tinggi 700 – 1000 mdpl, curah hujan 1000 – 2000 mm/tahun, suhu udara optimum 22 ...
-
Oleh: Agung Praptapa Kompetenkah Anda? Profesionalkah Anda? Mampukah Anda? Dalam menjawab pertanyaan tersebut terdapat dua kelompok besar y...
-
Aku terlahir dari keluarga yang sangat sederhana dan tak mempunyai banyak materi, sedari kecil orang tuaku selalu mengajarkan kepadaku apa a...
-
WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito Episode : KUPU-KUPU GIOK NGARAI SIANOK SESUAI perjanjian yang dib...
-
“O Lord! that lends me life, Lend me a heart replete with thankfulness! – Oh Tuhan yang telah memberiku kehidupan, Berikanlah hamba hati ya...
-
“Cinta orang tua sepanjang masa, cinta anak sepanjang galah.” Master Cheng Yen pernah berkata,”2 hal yang tidak bisa ditunda adalah berama...
-
WIRO SABLENG Pendekar Kapak Maut Naga Geni 212 Karya: Bastian Tito SIANG ITU laut selatan tampak cerah. Ombak memecah tenang di pantai...
-
Untuk waktu yang cukup lama saya sering memikirkan pertanyaan sederhana ini: apa sih faktor terpenting yang membedakan trainer dan pembicar...
-
Dikisahkan, suatu hari ada seorang anak muda yang tengah menanjak karirnya tapi merasa hidupnya tidak bahagia. Istrinya sering mengomel kare...
-
Tanaman Kopi merupakan tanaman yang sangat familiar di lahan pekarangan penduduk pedesaan di Indonesia. Jika potensi dahsyat ini bisa...



Tidak ada komentar: